Desa Peniwen
  • Kecamatan Kromengan
  • ยท
  • 1 kali dibaca

Desa Peniwen

Profil dan Wilayah

Desa Peniwen berada di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, dengan kode Kemendagri 35.07.31.2005 dan kode pos 65165. Menurut data BPS yang dimuat dalam Kabupaten Malang dalam Angka 2015, desa ini terdiri atas delapan dusun: Kalongan, Kampung Tengah, Kertorejo, Purwosari, Putukrejo, Ringinpitu, Sidokerto, dan Sumbersari. Desa di kawasan perbukitan di bagian barat kecamatan, berbatasan dengan Kabupaten Blitar, ini dikenal berpenduduk mayoritas Kristen dan dijuluki "Kampung Nasrani". Angka luas dan penduduk pada artikel Wikipedia desa ini tampak sama dengan angka kecamatan sehingga tidak dipakai di sini.

Sejarah

Menurut keterangan yang dikutip media dari data pemerintah kabupaten, desa ini dirintis pada 1880 oleh sekelompok warga yang dipimpin Kiai Sakejus. Sumber lain (Jakarta Post, 2016) menyebut desa didirikan pada awal abad ke-19 oleh sekitar 20 keluarga dari Jawa Tengah, sehingga keterangan tahun pendirian berbeda-beda. Sejak akhir abad ke-19 desa ini menjadi salah satu pusat kegiatan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

Peniwen dikenal luas karena peristiwa Februari 1949, pada masa Agresi Militer Belanda II. Pasukan Belanda menyerbu klinik atau rumah sakit darurat Panti Husada (juga ditulis Panti Husodo) yang dijalankan relawan dan warga. Sejumlah relawan dan warga tewas, dan kekerasan memuncak sekitar 19 Februari 1949. Jumlah korban berbeda-beda antarsumber, sehingga tidak dicantumkan sebagai angka pasti. Monumen Peniwen Affair dibangun untuk mengenang peristiwa itu dan diresmikan pada 10 November 1983 di sisi selatan bekas klinik tersebut, yang kini ditempati sekolah dasar.

Kehidupan Ekonomi dan Sosial

Desa ini memiliki lahan sawah berteras dan perkebunan kakao. Tradisi unduh-unduh serta festival budaya Pasar Sorbon di kebun kakao disebut dalam pemberitaan 2025 sebagai bagian dari daya tarik desa wisata religi.

Akses dan Lokasi

Peniwen merupakan desa paling barat di Kecamatan Kromengan. Jalan menuju desa ini menanjak karena berada di kawasan pegunungan. Gereja GKJW Peniwen yang berarsitektur kolonial juga dicantumkan sebagai tempat bersejarah di kecamatan ini.

Bagikan: