- Kecamatan
- Β·
- 316 kali dibaca
Kecamatan Singosari
Geografi dan Batas Wilayah
Kecamatan Singosari terletak sekitar 10 kilometer di utara Kota Malang dengan luas wilayah sekitar 118 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kecamatan terluas sekaligus berpenduduk terbanyak di Kabupaten Malang. Wilayah ini berbatasan dengan Kecamatan Lawang di sisi utara, Kecamatan Pakis dan Kota Malang di sisi selatan, Kecamatan Jabung di sisi timur, serta Kecamatan Karangploso dan lereng Gunung Arjuno di sisi barat. Bersama Lawang dan Kepanjen, Singosari berfungsi sebagai salah satu kota satelit dan penyangga utama Kota Malang.
Sejarah Singkat
Singosari adalah salah satu kawasan dengan warisan sejarah paling penting di Jawa Timur karena namanya berakar langsung dari Kerajaan Singhasari (juga disebut Kerajaan Tumapel), kerajaan Hindu-Buddha yang berkuasa di Jawa Timur antara tahun 1222 hingga 1292. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok setelah ia mengalahkan Kerajaan Kadiri dalam Perang Ganter. Nama resmi kerajaan pada awalnya adalah Tumapel dengan ibu kota Kutaraja, sebelum pada 1253 Raja Wisnuwardhana mengganti nama ibu kotanya menjadi Singhasari. Nama "Singhasari" sendiri berasal dari kata Sanskerta "singha" yang berarti singa, digabung dengan "sari" dalam bahasa Jawa Kuno. Kertanagara, raja terakhir Singhasari, gugur akibat pemberontakan Jayakatwang dari Kediri pada 1292, dan abunya diyakini disemayamkan di Candi Singosari yang kini menjadi salah satu situs arkeologi terpenting di kecamatan ini.
Pemerintahan
Kecamatan Singosari terdiri dari 3 kelurahan dan 14 desa, mencerminkan campuran karakter perkotaan di pusat kecamatan dan wilayah perdesaan di kawasan pinggiran lereng Gunung Arjuno.
Potensi Ekonomi
Singosari merupakan salah satu pusat industri di Kabupaten Malang, ditandai keberadaan pabrik rokok Bentoel yang berdiri sejak 1930 dan kini menjadi bagian British American Tobacco, pabrik produk perawatan kulit PT Beiersdorf Indonesia (produsen Nivea), serta PT Morodadi Prima yang bergerak di bidang karoseri bus. Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang yang rampung pada 2019 turut mendorong percepatan pertumbuhan kawasan industri dan properti di Singosari.
Pariwisata dan Budaya
Sebagai pewaris langsung tapak Kerajaan Singhasari, Singosari memiliki sejumlah situs bersejarah kelas nasional, di antaranya Candi Singosari yang diyakini sebagai tempat pendharmaan Raja Kertanagara, lengkap dengan sepasang Arca Dwarapala raksasa yang menjaga gerbang masuk kompleks candi, serta Candi Sumberawan di Desa Toyomarto, candi berbentuk stupa tunggal peninggalan masa akhir Majapahit. Selain wisata sejarah, terdapat pula Budug Asu, jalur pendakian ringan di lereng Gunung Arjuno, serta Kebun Teh Wonosari yang menyajikan panorama perkebunan teh yang asri.
Akses dan Infrastruktur
Singosari adalah kota kecil yang berkembang pesat karena berada di perlintasan jalan nasional Surabaya-Malang, ditambah akses gerbang Tol Pandaan-Malang. Stasiun Singosari melayani kereta api komuter yang menghubungkan kawasan ini dengan Surabaya maupun Blitar.
Daftar Desa dan Kelurahan
Kecamatan Singosari secara administratif terbagi menjadi 17 wilayah setingkat desa/kelurahan berikut:
- Kelurahan Candirenggo
- Kelurahan Losari
- Kelurahan Pagentan
- Desa Ardimulyo
- Desa Banjararum
- Desa Baturetno
- Desa Dengkol
- Desa Gunungrejo
- Desa Klampok
- Desa Langlang
- Desa Purwoasri
- Desa Randuagung
- Desa Tamanharjo
- Desa Toyomarto
- Desa Tunjungtirto
- Desa Watugede
- Desa Wonorejo
Foto Candi Singosari, Kecamatan Singosari β Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 3.0. Foto Arca Dwarapala, Candi Singosari β Wikimedia Commons, oleh Michael Gunther, lisensi CC BY-SA 4.0. Foto Candi Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari β Wikimedia Commons, oleh ESCapade, lisensi CC BY-SA 3.0. Foto Embung Wisata Lowokjati, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari β Wikimedia Commons, oleh Annidafattiya, domain publik (CC0).
Galeri Foto
Klik foto untuk melihat ukuran penuh. Kredit foto tercantum di akhir artikel.