Ngadas adalah desa di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai kantong (enklave) permukiman. Desa ini merupakan salah satu dari 36 desa Suku Tengger yang tersebar di empat kabupaten/kota. Menurut Wikipedia, desa seluas sekitar 395 hektare ini terletak pada ketinggian sekitar 2.150 meter di atas permukaan laut, dan Pemerintah Kabupaten Malang menetapkannya sebagai desa wisata sejak 2007.
Hampir seluruh warga Ngadas adalah suku Tengger. Pemeluk agama di desa ini beragam, yakni Buddha, Islam, dan Hindu, dan Mongabay (2019) mencatat adanya tiga masjid, satu pura, serta satu vihara yang berdiri berdampingan tanpa permukiman yang dipisahkan menurut agama. Data Wikipedia mencatat sekitar 1.681 jiwa pada 2021.
Pertanian lereng dan adat
Mayoritas warga bertani di lereng dan punggung bukit dengan cara yang masih tradisional. Mongabay menyebut tanaman seperti kentang, kubis, bawang prei, dan wortel. Hamparan lahan berundak di lereng inilah yang menjadi pemandangan khas bagi pengunjung. Adat setempat juga mengatur pelestarian lingkungan, misalnya larangan menjual tanah kepada orang luar dan kewajiban menanam pohon sebagai sanksi bagi penebang, menurut laporan yang sama.
Warga masih menjalankan upacara adat Tengger seperti Karo, Kasada, Unan-unan, dan Entas-entas. Kunjungan ke Ngadas sebaiknya diperlakukan sebagai kunjungan ke permukiman yang hidup: meminta izin sebelum memotret warga atau upacara, berpakaian sopan, dan tidak memasuki tempat ibadah atau area adat tanpa pendampingan.
Ngadas dikenal pula sebagai salah satu jalur akses ke kawasan Bromo dan Semeru dari sisi Malang. Karena berada di kawasan konservasi, aturan TNBTS berlaku, dan kondisi cuaca dingin serta berkabut perlu diantisipasi. Informasi akses dan layanan wisata sebaiknya ditanyakan ke pemerintah desa atau pengelola setempat.
