Waduk Selorejo
18 September 2026 · 3 kali dibaca
Waduk Selorejo dibangun mulai tahun 1963 dan diresmikan pada 22 Desember 1970, menjadikannya salah satu bendungan tertua di Kabupaten Malang. Bendungan ini tercatat sebagai bendungan pertama di Indonesia yang menggunakan teknik grouting untuk mencegah kebocoran. Waduk ini berada di Kecamatan Ngantang dengan luas permukaan sekitar 650 hektare, pada ketinggian sekitar 600 mdpl dengan panorama tiga gunung sekaligus: Kawi, Kelud, dan Anjasmoro.
Fungsi dan Fasilitas Wisata
Selain sebagai pengendali banjir, Waduk Selorejo melayani irigasi pertanian untuk ribuan hektare lahan di wilayah Pare dan Jombang, serta menjadi sumber tenaga bagi PLTA Selorejo. Sebagai destinasi wisata, waduk ini dilengkapi taman bermain anak, kolam renang, gazebo, hingga penyewaan perahu dan alat pancing.
Salah satu daya tarik khasnya adalah pulau kecil di tengah waduk yang dipenuhi sekitar seribu pohon jambu, dijuluki warga sekitar "Pulau Jambu" — dapat dicapai lewat jembatan gantung yang membentang di atas air atau menyeberang dengan perahu motor. Musim panen jambu di pulau ini biasanya berlangsung sekitar bulan Mei setiap tahun, namun di luar musim panen pulau ini tetap dapat dikunjungi untuk menikmati suasana alam.
Panorama pegunungan di sekitar Waduk Selorejo menjadikannya destinasi yang cocok untuk wisata sehari bersama keluarga, sekitar dua jam perjalanan dari pusat Kota Malang.
Foto Waduk Selorejo — Wikimedia Commons, oleh Indonesiagood, Wiki Loves Earth 2024. Foto senja di Waduk Selorejo — Wikimedia Commons, oleh Muhammad Rofiul Haq, lisensi CC BY-SA 4.0.
Galeri