Pantai Ngliyep
  • Pantai
  • ยท
  • 275 kali dibaca

Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep adalah salah satu pantai selatan Malang yang justru lebih dulu populer dibanding Balekambang maupun Sendang Biru, terkenal sebagai destinasi favorit Jawa Timur sejak era 1980-an. Pantai ini terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, sekitar 62 km dari pusat Kota Malang, dengan akses jalan yang sudah diaspal sejak lama.

Nama "Ngliyep" berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti kantuk atau rasa nyaman yang membuat pengunjung ingin berlama-lama. Kawasan wisata seluas kurang lebih 10 hektare ini diapit oleh hutan lindung yang rimbun, tebing-tebing curam, dan ombak laut selatan yang khas berdebur cukup keras.

Salah satu ikon Ngliyep adalah formasi batu karang berlubang alami yang disebut "Karang Bolong", terbentuk dari abrasi ombak selama ratusan tahun. Selain itu terdapat spot ayunan di tepi tebing yang populer untuk berfoto, serta jembatan gantung yang menghubungkan area pantai dengan bukit di sekitarnya.

Fasilitas di kawasan ini meliputi area parkir, penginapan sederhana, warung makan, dan mushola. Perumda Jasa Yasa milik Pemkab Malang juga menyediakan paket camping ground di tepi pantai (dikenal dengan paket "Sicamper"), lengkap dengan tenda, matras, dan api unggun bagi wisatawan yang ingin bermalam. Setiap tahun, pantai ini juga menjadi lokasi upacara adat Larung Sesaji atau labuhan yang digelar warga sekitar.

Karena ombaknya cukup besar, pengunjung disarankan tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai. Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau.

Foto formasi Karang Bolong, Pantai Ngliyep โ€” Wikimedia Commons, oleh Lutfi adn, lisensi CC BY-SA 4.0. Foto teluk Pantai Ngliyep โ€” Wikimedia Commons, oleh Rudi M, lisensi CC BY-SA 3.0. Foto ombak dan tanjung Pantai Ngliyep โ€” Wikimedia Commons, oleh Rudi M, lisensi CC BY-SA 3.0. Foto batu karang di Pantai Ngliyep โ€” Wikimedia Commons, oleh Angga Prastyo10, lisensi CC BY-SA 4.0.

Bagikan:

Galeri Foto

Klik foto untuk melihat ukuran penuh. Kredit foto tercantum di akhir artikel.