Coban Sewu, yang di Lumajang lebih dikenal dengan nama Tumpak Sewu, adalah air terjun bertingkat yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dari sisi Malang, kawasan ini dijangkau melalui Dusun Jagalan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading. Dari sisi Lumajang, air terjun yang sama berada di wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Dua nama dan dua pintu masuk itu merujuk pada satu bentang alam yang sama.

Nama Tumpak Sewu dalam bahasa Jawa kira-kira berarti "bertumpuk seribu", sedangkan warga menyebutnya Coban Sewu, yakni "air terjun seribu". Keduanya menggambarkan kesan ratusan aliran air yang jatuh dari tebing melengkung seperti tirai. Menurut ulasan di Wikipedia, tinggi totalnya sekitar 120 meter dan alirannya merupakan hulu Kali Glidik yang berasal dari lereng selatan Gunung Semeru. Tebing melengkung itu terbentuk dari endapan lava dan material piroklastik hasil aktivitas vulkanik Semeru.

Soal batas wilayah

Letak persis air terjun ini pernah menjadi bahan perbedaan pandangan antara kedua kabupaten. Pada 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang merujuk Permendagri Nomor 86 Tahun 2013 tentang batas daerah untuk menyatakan bahwa sebagian kawasan, termasuk pintu masuk di Sidorenggo, berada di wilayah Kabupaten Malang. Sementara itu, pemerintah Lumajang menyebut bagian lain kawasan berada di Desa Sidomulyo. Artikel ini hanya menggambarkan sisi yang berada di Ampelgading dan tidak menilai persoalan batas tersebut.

Kunjungan

Pengunjung umumnya melihat air terjun dari titik pandang di tepi lembah, atau menuruni jalur menuju dasar tebing. Jalur turun cukup curam dan licin, terutama saat dan setelah hujan, sehingga sepatu bergrip baik dan kehati-hatian sangat dianjurkan. Pengelolaan di sisi Malang dan sisi Lumajang dilakukan secara terpisah, dan pengelolaan di sisi Malang dilaporkan berjalan berbasis masyarakat. Lembah ini berada dalam kawasan hutan, sehingga pengunjung diminta tidak meninggalkan sampah dan tidak merusak vegetasi. Informasi tarif, jam operasional, dan sistem tiket dapat berubah, jadi sebaiknya dicek ke pengelola setempat sebelum berangkat.