Latar Belakang
Haji Muhammad Sanusi lahir pada 20 Mei 1960 di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dari keluarga santri. Ia menghabiskan masa kecil di lingkungan Pondok Pesantren Desa Ganjaran, Gondanglegi, sebelum menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Gondanglegi (1969β1974), PGAN 4 Tahun (1974β1978), dan Madrasah Aliyah Negeri. Ia melanjutkan studi hingga meraih gelar Doktorandus dari IAIN Sunan Ampel pada 1990, kemudian menempuh Magister Manajemen di STIE Mitra Indonesia, Yogyakarta, pada 1999.
Karier Awal dan Organisasi
Sebelum terjun penuh ke politik, Sanusi sempat menjadi guru di Madrasah Aliyah Negeri Gondanglegi dan mengajar sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi agama Islam di Malang. Ia aktif di organisasi kemasyarakatan berbasis Nahdlatul Ulama, antara lain sebagai Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Malang (2002β2005).
Karier Politik
Karier politik Sanusi dimulai di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di mana ia menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang (1999β2004), Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Malang (2001β2011), dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang (2004β2014). Ia kemudian terpilih sebagai Wakil Bupati Malang mendampingi Rendra Kresna (2016β2018). Ketika Rendra Kresna ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus dugaan suap, Sanusi menjadi Pelaksana Tugas Bupati (2018β2019) sebelum dilantik sebagai Bupati Malang definitif pada 17 September 2019. Ia terpilih kembali untuk periode 2021β2025 dan memenangkan Pilkada 2024 untuk periode ketiga, 2025β2030, dengan Lathifah Shohib sebagai wakilnya; keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Kehidupan Pribadi
Sanusi menikah dengan Hj. Anis Zaida dan dikaruniai empat orang anak.
