Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sekitar 60 km ke arah selatan pusat Kota Malang, dikenal sebagai salah satu desa Kristen di Kabupaten Malang. Wikipedia mencatat bahwa sekitar 95 persen penduduknya beragama Kristen, dengan jemaat Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) sebagai yang terbesar. Wikipedia Kabupaten Malang mencantumkan GKJW Sitiarjo dalam daftar wisata religi. Sejarah jemaat ini berkaitan erat dengan sejarah pembukaan desa itu sendiri.

Sejarah singkat

Menurut sejarah yang dimuat dalam profil desa dan bersumber dari situs GKJW, pembukaan hutan di Lembah Sungai Panguluran digagas Kyai Truna Semita bersama para sahabat dari jemaat Swaru. Pembabatan hutan mulai dilakukan sekitar 1893 oleh sekitar lima belas keluarga, sementara izin resmi dari pemerintah Hindia Belanda diterima pada 11 Februari 1897 dan tanggal itu diperingati sebagai ulang tahun Pasamuwan Sitiarjo. Permukiman awal dinamai Pondok Dulang, sebelum menjadi Desa Sitiarjo.

Sebuah gereja kecil yang juga menjadi sekolah dibangun pada 1901. Karena jemaat bertambah, gedung gereja yang lebih besar mulai dibangun pada 1918 di lereng lembah sisi utara sungai, dengan peletakan batu pertama oleh Pdt. De Vries, dan diresmikan pada 1921. Sumber tidak menjelaskan apakah bangunan yang berdiri sekarang masih bangunan lama tersebut.

Tradisi dan catatan

Jemaat merayakan undhuh-undhuh, yaitu hari raya persembahan hasil bumi, setiap tahun. Wikipedia juga menyebut kerukunan antarumat beragama sangat dijunjung di desa ini, dengan warga Muslim tinggal di sekitar pasar desa. Pantai Goa Cina juga berada di wilayah Sitiarjo. Gereja adalah tempat ibadah yang aktif; pengunjung sebaiknya menghubungi pengurus jemaat dan menyesuaikan diri dengan jadwal ibadah.