Gunung Katu adalah perbukitan berhutan di Kabupaten Malang yang kawasannya membentang di tiga kecamatan, yaitu Wagir, Ngajum, dan Pakisaji. Bagian di Pakisaji berada di Dusun Pendem. Sumber-sumber menyebut desanya berbeda: pemberitaan tahun 2026 menyebut Desa Wadung, sedangkan tulisan lain menyebut Jatisari, sehingga letak administratifnya sebaiknya dicek ulang.

Jalur menuju puncak berupa jalan tanah landai yang melewati vegetasi rimbun dan hutan pinus, sehingga dianggap ramah bagi pendaki pemula maupun pesepeda gunung. Dari ketinggian terlihat panorama Malang Raya. Pada 2020, komunitas trail setempat membangun sirkuit grasstrack permanen di kawasan ini untuk menghidupkan kembali tempat yang sempat sepi.

Cerita sejarah dan situs

Beberapa tulisan wisata menyebut bahwa di bukit ini pernah ada tempat pendharmaan Ken Arok yang dibuat oleh Hayam Wuruk dari Majapahit, berupa susunan arca batu yang kini banyak hilang. Keterangan ini belum didukung sumber akademik yang diperiksa, sehingga lebih tepat dibaca sebagai tradisi atau klaim populer. Sekitar sepertiga jalan menuju puncak terdapat makam yang dikenal sebagai makam Mbah Katu, yang masih dikunjungi peziarah dan orang yang bermeditasi pada hari tertentu.

Pada 11 Januari 2026, Bupati Malang memimpin penanaman pohon di lereng Gunung Katu sebagai langkah awal menata kawasan Lembah Ken Arok sebagai tujuan wisata alam berbasis pelestarian lingkungan untuk offroad dan camping. Bupati juga menyebut kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Karena status pengembangan terus berubah dan lahan berada dalam kawasan hutan, pengunjung sebaiknya memeriksa informasi terbaru, mengenakan alas kaki bertapak baik, dan menghormati pengunjung yang sedang beribadah.