Mbah Rasimun
  • Budayawan
  • ยท
  • 261 kali dibaca

Mbah Rasimun

Kelahiran dan Awal Perjalanan Seni

Mbah Rasimun lahir pada 15 Juni 1932 di Dusun Glagahdowo, Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ia mulai belajar dan tampil menari topeng sejak usia delapan tahun (1939), mengabdikan hampir seluruh hidupnya pada tari Topeng Malangan gaya Gunungsari โ€” gaya yang dikenal karena kelembutan dan keindahan geraknya. Ia dijuluki Maestro Gunung Sari.

Kiprah Berkesenian

Selain menari topeng, Mbah Rasimun aktif di kesenian ludruk (1949โ€“1976). Ia juga mengajar tari topeng di Padepokan Seni Mangun Dharma, Tumpang, yang dikelola Ki Soleh Adi Pramono. Reputasi tari Gunungsari dari Glagahdowo menarik perhatian maestro tari nasional Didi Nini Thowok dari Yogyakarta, yang secara khusus berguru kepada Mbah Rasimun.

Kehidupan Pribadi

Mbah Rasimun menikah dengan Patonah dan menjalani rumah tangga selama 73 tahun. Pasangan ini tidak memiliki anak kandung, namun mengangkat seorang anak bernama Slamet Muchsin yang kelak menjadi seorang profesor.

Penghargaan dan Warisan

Atas jasanya menyelamatkan Topeng Malangan gaya Gunungsari dari kepunahan, Mbah Rasimun menerima sedikitnya sebelas penghargaan dari berbagai lembaga budaya dan pemerintah sepanjang 1987โ€“2003, termasuk penghormatan dari Gubernur Jawa Timur pada 2003. Ia wafat pada 2004.

Bagikan: