Munir Said Thalib
  • Tokoh Masyarakat
  • ยท
  • 18 September 2026
  • ยท
  • 1 kali dibaca

Munir Said Thalib

Kelahiran dan Masa Kecil

Munir Said Thalib lahir di Batu, wilayah yang saat itu masih bagian dari Kabupaten Malang (baru menjadi kota otonom terpisah pada 2001), pada 8 Desember 1965. Ia anak keenam dari tujuh bersaudara berdarah Arab Hadhrami dan Jawa.

Pendidikan dan Aktivisme Kampus

Munir menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang. Semasa kuliah ia sudah aktif di berbagai organisasi mahasiswa โ€” fondasi awal aktivismenya.

Perjalanan sebagai Pembela HAM

Sejak 1989 ia bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, menangani kasus Marsinah (1994), pelanggaran HAM Timor Timur, hingga Tragedi Semanggi I dan II.

Mendirikan KontraS

Munir salah satu pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), berdiri 20 Maret 1998. Ia kemudian menjadi Direktur Eksekutif Imparsial, dan pada 2000 dianugerahi Right Livelihood Award ("Alternative Nobel Prize").

Kematian dan Warisan

Munir menikah dengan Suciwati, dikaruniai dua anak. Pada 7 September 2004, dalam perjalanan menuju Amsterdam, ia meninggal akibat keracunan arsenik saat transit di Singapura โ€” kasus pembunuhan yang menjadi simbol perjuangan HAM di Indonesia hingga kini.

Foto Munir Said Thalib โ€” Wikimedia Commons, Voice of America, domain publik.

Bagikan: