Abdul Manan Wijaya
  • Tokoh Politik
  • Β·
  • 18 September 2026
  • Β·
  • 1 kali dibaca

Abdul Manan Wijaya

Latar Belakang

Abdul Manan Wijaya lahir dengan nama asli Rumpoko pada 15 Maret 1914 (sebagian sumber menyebut 1915) di Kabupaten Malang. Mengenai desa kelahirannya, sumber berbeda pendapat: sejumlah catatan Pemkab Malang menyebut Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, sementara Wikipedia mencantumkan Desa Bantur. Ia berasal dari keluarga beretnis Madura.

Pendidikan

Setelah sekolah dasar di Malang, Abdul Manan menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Karier Militer

Pada 1942, ia direkrut Jepang dan dilatih di rΓ©nsΓ©itai, kemudian menjadi komandan peleton PETA di Malang. Setelah kemerdekaan, ia bergabung TKR, naik pangkat hingga Brigadir Jenderal. Sebagai pemimpin Batalyon Naga Hitam Resimen 38 bermarkas di Pujon, ia bergerilya melawan Belanda di wilayah Pujon, Ngantang, dan Kasembon antara 1945–1948.

Karier Pemerintahan dan Warisan

Selepas masa perjuangan, ia menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Agama (1966–1968) dan Deputi Menteri Kesejahteraan Rakyat (1968–1973). Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Sisir, Kota Batu, sesuai permintaannya, menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Pada 10 November 1989, namanya diresmikan sebagai nama jalan di Pujon, daerah bekas medan gerilya batalyonnya.

Foto Abdul Manan Wijaya β€” Wikimedia Commons, Departemen Agama RI (1964), domain publik.

Bagikan: