Kecamatan Ampelgading
  • Kecamatan
  • ·
  • 342 kali dibaca

Kecamatan Ampelgading

Geografi dan Batas Wilayah

Ampelgading merupakan salah satu kecamatan yang terletak di ujung tenggara Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang. Wilayahnya membentang dari kaki Gunung Semeru di bagian utara hingga garis pantai Samudra Hindia di selatan, sehingga topografinya berupa dataran dan perbukitan dengan ketinggian rata-rata sekitar 542 meter di atas permukaan laut. Luas wilayah kecamatan ini sekitar 79,60 kilometer persegi. Di sebelah timur, Ampelgading berbatasan dengan Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari di Kabupaten Lumajang, sementara di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tirtoyudo. Kecamatan ini terdiri dari 13 desa dengan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi berada di Desa Tirtomarto, tepat di jalur jalan nasional Malang–Lumajang.

Sejarah Singkat

Wilayah Ampelgading pernah mengalami pemekaran berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1982, ketika sebagian desanya dilepas untuk membentuk Kecamatan Tirtoyudo. Menariknya, desa yang namanya sama dengan kecamatan ini, yakni Desa Ampelgading, justru ikut bergabung ke wilayah Tirtoyudo pascapemekaran tersebut, sehingga nama kecamatan tidak lagi memiliki desa dengan nama serupa di dalamnya.

Pemerintahan

Secara administratif, Kecamatan Ampelgading membawahi 13 desa. Pusat pemerintahan kecamatan berada di kawasan Tirtomarto yang juga menjadi simpul ekonomi lokal karena dilalui jalan nasional serta menjadi lokasi Pasar Bakroto, pasar tradisional utama warga setempat.

Potensi Ekonomi

Sebagai wilayah agraris dengan kontur subur di kaki Semeru, Ampelgading mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi warganya. Komoditas unggulan meliputi kopi, kelapa, dan durian yang tumbuh di lahan-lahan hijau sepanjang wilayah kecamatan. Aktivitas jual beli hasil bumi banyak berpusat di Pasar Bakroto yang berada persis di tepi jalan nasional Malang–Lumajang.

Pariwisata dan Budaya

Daya tarik wisata paling dikenal dari Ampelgading adalah air terjun bertingkat yang oleh warga Malang disebut Coban Sewu, sementara warga Lumajang menyebutnya Tumpak Sewu — air terjun ini berada persis di perbatasan dua kabupaten, dipisahkan oleh aliran Sungai Glidik. Selain itu terdapat Pantai Licin yang berpasir hitam khas pesisir selatan, replika Candi Samudro, serta Bumi Perkemahan Lebakharjo yang pernah menjadi lokasi kegiatan pramuka internasional, yakni Wirakarya Asia Pasifik pada 1978 dan World Community Development Camp pada 1993.

Akses dan Infrastruktur

Ampelgading dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama menuju wilayah Malang dari arah Lumajang, karena dilintasi langsung oleh jalan nasional Malang–Lumajang. Kondisi ini menjadikan kecamatan ini cukup strategis sebagai jalur distribusi barang dan mobilitas warga antarkabupaten, sekaligus akses bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan Tumpak Sewu maupun pesisir selatan Malang.

Daftar Desa dan Kelurahan

Kecamatan Ampelgading secara administratif terbagi menjadi 13 wilayah setingkat desa/kelurahan berikut:

  • Desa Argoyuwono
  • Desa Lebakharjo
  • Desa Mulyoasri
  • Desa Purwoharjo
  • Desa Sidorenggo
  • Desa Simojayan
  • Desa Sonowangi
  • Desa Tamanasri
  • Desa Tamansari
  • Desa Tawangagung
  • Desa Tirtomarto
  • Desa Tirtomoyo
  • Desa Wirotaman

Foto Air Terjun Coban Sewu (Tumpak Sewu) di kawasan perbatasan Ampelgading — Wikimedia Commons, oleh Ivu Fajar Samsumar, lisensi CC BY-SA 4.0. Foto Terminal Bakroto, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading — Wikimedia Commons, oleh Soleh Al Jogjawi dan Ivan Chanel, lisensi CC BY-SA 4.0.

Bagikan:

Galeri Foto

Klik foto untuk melihat ukuran penuh. Kredit foto tercantum di akhir artikel.