Candi Samudro adalah bangunan bergaya candi yang berdiri di lereng Gunung Semeru, wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Menurut keterangan pada arsip foto Pemerintah Kabupaten Malang di Wikimedia Commons, Candi Samudro merupakan tiruan (replika) dari Candi Jawar, atau yang juga dikenal sebagai Jawar Ombo, sebuah situs Hindu-Buddha di Ampelgading. Berita TIMES Indonesia tentang kunjungan mahasiswa KKN Unisma menempatkan lokasinya di Dusun Argosari, Desa Argoyuwono, dan menyebutnya sebagai replika milik pribadi.
Penting dibedakan: Candi Samudro adalah bangunan modern, bukan candi kuno. Candi Jawar yang asli, menurut pemberitaan TIMES Indonesia, hanya menyisakan batur (alas) berdenah bujur sangkar sekitar 6 x 6 meter dengan tinggi sekitar 60 sentimeter, serta sisa gapura dan arca Dwarapala. Bangunan Samudro yang menjulang, dengan arca-arca penjaga di sekeliling kaki bangunan, memberi gambaran tentang bagaimana sebuah candi bergaya Jawa Timuran dapat berdiri utuh. Sumber yang ditemukan tidak menyebut tahun pembangunan maupun pembuatnya, sehingga keterangan itu sengaja tidak ditulis di sini.
Daya tarik utamanya adalah panorama. Dari pelataran candi, kerucut Gunung Semeru terlihat di latar belakang, dan menurut laporan KKN Unisma candi itu menghadap ke arah gunung tersebut. Bagi umat Hindu setempat, Semeru dipandang sebagai gunung suci, sehingga kawasan ini juga berfungsi sebagai tempat penghormatan. Pengunjung sebaiknya bersikap sopan dan tidak memanjat bangunan atau arca.
Soal akses, laporan KKN yang sama menyebut perjalanan dari jalan raya Desa Tirtomoyo sekitar 60 menit dan sekitar 3 km terakhir berupa jalan makadam; kondisi jalan dinilai buruk saat itu. Karena kawasan berada di lereng Semeru, periksa dulu kondisi cuaca dan status aktivitas gunung, dan gunakan kendaraan yang sesuai dengan medan. Kondisi akses dapat berubah.
