- Profile
- Β·
- 312 kali dibaca
Potensi Ekonomi, Pertanian, dan Perkebunan
Sentra Buah dan Sayur di Dataran Tinggi
Wilayah pegunungan Kabupaten Malang menjadi tulang punggung sektor hortikultura. Kecamatan Poncokusumo dan Tumpang, di kaki Gunung Semeru, dikenal sebagai sentra apel sejak lama, dengan Poncokusumo secara khusus menjadi basis budi daya apel, kentang, dan tomat yang dikelola petani setempat melalui berbagai kelompok tani. Di sisi barat, Kecamatan Pujon dan Ngantang berkembang sebagai kawasan sayur-mayur, tempat hasil pertaniannya banyak dipasok ke pasar-pasar di Kota Malang. Suhu sejuk di kedua kawasan ini membuat tanaman dataran tinggi seperti kubis, wortel, dan tomat tumbuh optimal sepanjang tahun.
Kopi Robusta Dampit dan Tirtoyudo
Di lereng selatan yang mengarah ke kaki Gunung Semeru dan pesisir, Kecamatan Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading, dan Sumbermanjing Wetan membentuk kawasan yang oleh warga setempat sering disebut kawasan "Amstirdam" (Ampelgading-Sumbermanjing-Tirtoyudo-Dampit), penghasil kopi robusta dengan cita rasa khas, beraroma karamel dan bertekstur bulat. Kopi robusta Dampit sudah cukup dikenal hingga menembus pasar ekspor, meski status pendaftaran indikasi geografis resminya belum terkonfirmasi secara pasti β sejumlah kajian akademik menyebutnya sebagai kandidat potensial, bukan status yang sudah final.
Tebu, Tembakau, dan Cengkeh
Selain hortikultura dan kopi, dataran rendah beriklim hangat di Kabupaten Malang juga menjadi sentra tebu, dengan Kecamatan Bantur dan Dampit tercatat sebagai dua penyumbang produksi tebu terbesar di kabupaten ini. Tembakau juga dibudidayakan di sejumlah kecamatan seperti Wonosari dan Gedangan, meski luas lahannya masih lebih kecil dibanding tebu. Di kawasan pegunungan Tirtoyudo, cengkeh menjadi komoditas perkebunan andalan yang tumbuh baik di ketinggian 600-1.200 meter di atas permukaan laut.
Peternakan Sapi Perah dan Industri Susu
Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra sapi perah terbesar di Jawa Timur, dengan populasi puluhan ribu ekor yang terkonsentrasi di Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Jabung. Data BPS mencatat produksi susu segar kabupaten ini mencapai sekitar 140-150 ribu ton pada 2023-2024, menjadikannya salah satu produsen susu terbesar di provinsi ini bersama Kabupaten Pasuruan β klaim "terbesar di Jawa Timur" perlu diperlunak, karena data BPS terbaru menunjukkan Pasuruan justru sedikit lebih tinggi produksinya. Koperasi susu seperti SAE Pujon menjadi penggerak ekonomi lokal, mengolah susu segar menjadi yogurt, permen susu, dan berbagai produk turunan lain.
Foto Koperasi Susu SAE Pujon β Wikimedia Commons, oleh Abdul Hanif Arromy, lisensi CC BY 4.0.