Stasiun Gondanglegi adalah bekas stasiun kereta api di Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Stasiun ini dibangun oleh Malang Stoomtram Maatschappij (MS) sebagai bagian dari proyek trem Malang–Dampit. Menurut Wikipedia, stasiun dibuka pada 4 Februari 1898 bersama ruas Bululawang–Gondanglegi, dan layanan umumnya dihentikan pada 1978 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.

Gondanglegi dahulu menjadi simpul yang cukup penting. Stasiun ini pernah memiliki lima jalur, dan kereta yang menuju Dampit atau Malang Kotalama berganti lokomotif di sini. Jalur cabang ke arah Kepanjen diselesaikan pada 10 Juni 1900 dan dinonaktifkan pada masa pendudukan Jepang tahun 1943. Muatan barang didominasi tebu dan gula dari pabrik gula Kebonagung dan Krebet, sedangkan penumpangnya sebagian besar pedagang.

Sisa yang masih terlihat

Bangunan bekas stasiun kini ditempati warga sebagai tempat tinggal. Tinggalan yang masih dapat dilihat menurut catatan Wikipedia dan dokumentasi penelusuran 2024 antara lain fasad bangunan yang relatif terawat, bekas tangki air, serta bekas sinyal masuk mekanis bertipe Alkmaar. Ada pula bangunan yang diduga bekas gudang dan rumah dinas pegawai. Halaman itu tidak menyebut status cagar budaya.

Seperti stasiun-stasiun trem lain di Malang Raya, Gondanglegi bukan destinasi wisata resmi, tetapi menarik bagi peminat sejarah perkeretaapian dan arsitektur kolonial. Karena kini menjadi permukiman, kunjungan sebaiknya dilakukan dengan sopan: mengamati dari jalan umum, tidak masuk pekarangan tanpa izin, dan meminta persetujuan warga bila hendak memotret bangunan atau penghuninya.