Padepokan Seni Mangun Dharma (sering disingkat PSMD) adalah sanggar pelestari Wayang Topeng Malangan yang berlokasi di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pemimpinnya, Ki Soleh Adi Pramono, dikenal sebagai dalang dan maestro wayang topeng. Menurut pemberitaan RRI Malang, padepokan ini berdiri pada 1989 dengan tujuan mengembangkan struktur wayang topeng agar dapat dipentaskan secara utuh.
Penelitian tentang pewarisan wayang topeng di Pakisaji dan Tumpang mencatat bahwa garis keluarga seni ini bermula dari kakek buyut Ki Soleh, bernama Kek Sainten, dan kini diteruskan putranya, Supriyono Hadi Prasetyo. Peneliti yang sama menjelaskan bahwa pewarisan berlangsung turun-temurun dalam keluarga sekaligus secara horizontal antarpadepokan, sehingga Mangun Dharma dan padepokan seperti Asmorobangun di Pakisaji saling berkaitan.
Di padepokan ini diajarkan berbagai cabang seni Malangan: tari, pedalangan, sinden, karawitan, macapat Malangan, hingga ukir topeng. Kelompok ini pernah tampil di festival topeng dan festival budaya Panji, serta di acara ruwatan massal. Pada 8-9 November 2025 mereka menutup Gebyak Wayang Topeng Malang di kawasan wisata Bon Pring, Turen, dengan lakon "Asal-Usule Pring" tentang asal-usul bambu dalam cerita Dewi Sri. Menurut RRI, pada 2023 PSMD juga masuk daftar sepuluh sanggar terbaik Indonesia dalam sebuah program Djarum Foundation.
Padepokan ini juga menerima pelajar dan pengunjung yang ingin belajar menari atau bermain gamelan. Sebaiknya hubungi pengelola terlebih dahulu untuk menanyakan jadwal latihan dan pementasan, karena kegiatannya mengikuti agenda sanggar.