Padepokan Seni Asmorobangun berada di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Tempat ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian Wayang Topeng Malangan, tempat latihan tari topeng, pedalangan, karawitan, dan pembuatan topeng yang dikelola turun-temurun oleh satu keluarga seniman.
Sumber-sumber akademik menggambarkan padepokan ini sebagai tradisi keluarga lintas generasi. Sebuah artikel jurnal sejarah menyebut perintisnya sekitar awal abad ke-20, dan generasi ketiganya, Mbah Karimun, dikenal sebagai maestro yang mengangkat tari Malangan ke tingkat nasional. Penelitian lain menghitung garis pewarisan keluarga ini hingga enam generasi. Perbedaan hitungan semacam itu wajar dalam tradisi lisan, jadi angka pastinya sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pengelola. Kepemimpinan saat ini disebut berada di tangan Tri Handoyo, cucu Mbah Karimun. Sebuah skripsi juga mencatat bahwa sanggar ini dibangun oleh pemerintah kabupaten pada masa Bupati Eddy Slamet.
Gaya Kedungmonggo dikenal halus dan lembut dalam gerak, serta saling memengaruhi dengan gaya dari padepokan sekitar melalui pertukaran pemain dan latihan bersama. Di pelataran dan pendopo, pengunjung dapat melihat patung topeng, papan nama, serta koleksi topeng berbagai karakter, termasuk topeng Panji dan tokoh bertanduk merah. Papan di depan bangunan menyebut tempat ini sebagai pusat kerajinan, tari, dan wayang topeng Malang.
Pada November 2025, kelompok ini tampil membuka pementasan pada festival ekonomi kreatif Kabupaten Malang dengan lakon "Ronggeng Roro Tangis". Kunjungan untuk belajar atau menonton sebaiknya dijadwalkan dulu dengan pengelola, karena padepokan ini adalah ruang latihan keluarga seniman, bukan objek wisata dengan jam buka tetap.
