Situs Petirtaan Ngawonggo terletak di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Situs ini berada di antara Kali Manten dan Sungai Dawuhan, dan berkarakter petirtaan, yaitu pemandian suci masa Hindu-Buddha yang dilengkapi kolam, sendang, pancuran, serta saluran air dari batu.

Menurut Mongabay Indonesia (Juli 2022), situs ini ditemukan kembali setelah Muhammad Yasin, warga yang kemudian menjadi ketua kelompok sadar wisata, mengunggah video lokasi ke YouTube pada April 2017. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur lalu melakukan zonasi dan ekskavasi selama sembilan hari pada Mei 2017. Situs terbagi menjadi empat klaster, dengan relief dewa-dewi, motif meander, dan relief makhluk Gana pada kolam serta tebing batu cadas. Sebagian besar relief sudah aus.

Soal usia, para ahli belum sepakat. Arkeolog Dwi Cahyono menduga situs ini berasal dari masa Mpu Sindok (Mataram Kuno) dengan merujuk Prasasti Wurandungan atau Kanuruhan B tahun 943 M yang menyebut tempat suci bernama Kaswangga. Sumber lain, termasuk Good News from Indonesia, menyebut peralihan masa Kediri ke Singasari, sedangkan teknologi salurannya mungkin lebih muda, bisa dari masa Singasari atau Majapahit. Cerita rakyat setempat mengaitkan situs dengan tokoh Mbah Surayuda dan tahun 1476, yang merupakan tradisi lisan.

Warga merawat situs secara swadaya: pembersihan dilakukan secara mekanis kering dengan sikat ijuk halus, kerja bakti berkala, dan tali pembatas dipasang agar relief tidak tersentuh. Pada 2022 situs tercatat sebagai inventaris BPCB dan belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Di dekatnya terdapat area singgah Tomboan Ngawonggo yang dikelola warga. Pengunjung diminta tidak menyentuh relief dan mengikuti arahan pengelola, terutama di zona inti.