Petilasan Mbah Suko berada di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, di dataran rendah sebelah selatan Kota Malang. Petilasan adalah tempat yang diyakini pernah disinggahi atau dihuni seorang tokoh. Menurut keterangan warga yang dicatat di Wikimedia Commons, tempat ini dipercaya sebagai lokasi asal mula Desa Bakalan.
Ensiklopedia Wikipedia bahasa Indonesia tentang Desa Bakalan menyebut Mbah Suko sebagai salah satu tokoh pembabat alas yang mendirikan desa. Nama Mbah Suko dikaitkan dengan tumbuhan asoka yang tumbuh di wilayah tersebut. Di sebelah petilasan disebutkan ada danau yang dahulu menjadi sumber air pertama bagi warga. Wikipedia juga menyebut desa ini diperkirakan berdiri pada abad ke-7; angka ini berasal dari tradisi dan penelitian lokal yang belum teruji sumber arkeologis, sehingga perlu dibaca sebagai perkiraan.
Petilasan ini juga menjadi pusat tradisi Suronan. Setiap 1 Muharam warga menggelar pawai tumpeng keliling desa yang berakhir di sadranan, tempat yang dianggap sebagai lokasi asal-usul desa dan tempat berkumpul saat musim panen, lalu ditutup dengan doa bersama untuk mengenang pendiri desa. Foto di Commons yang diambil pada Juli 2026 memperlihatkan spanduk "Grebek 1 Suro" dan "Mbah Tumpeng", yang menandakan tradisi itu masih dijalankan.
Karena merupakan tempat yang disakralkan warga, pengunjung sebaiknya datang dengan sopan, berpakaian pantas, dan meminta izin kepada perangkat desa atau juru kunci sebelum masuk atau mengambil gambar. Informasi tentang riwayat Mbah Suko masih berupa cerita lisan dan belum tertulis dalam sumber sejarah resmi; jalur menuju lokasi dan jam kunjungan sebaiknya ditanyakan ke pemerintah Desa Bakalan.
