Pura Bhuvana Kertha adalah tempat ibadah umat Hindu di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari. Menurut Wikipedia, pura ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial umat Hindu Malang Raya, terutama dari wilayah Malang Utara, dan sebagian kecil dari Pasuruan bagian selatan. Alamatnya di Jalan Kertarajasa, di dalam Kompleks Kartanegara milik Lanud Abdulrachman Saleh. Perjalanan dari Kota Malang disebut sekitar 20 menit, dan dari Gerbang Tol Singosari sekitar 10 menit.

Sejarah pendirian

Pembangunan pura dimulai dengan peletakan batu pertama dan penanaman pohon beringin pada 18 Agustus 1975, di atas lahan sekitar satu hektare dengan dukungan TNI AU dan pemerintah daerah. Nama Bhuvana Kertha diberikan oleh Ida Pedanda Made Kemenuh dari Singaraja, Bali. Pembangunan dan peremajaan dilakukan bertahap, yaitu pada 1975, 1977, 1981, 1991, 2000, dan 2003.

Tata ruang dan kegiatan

Arsitekturnya memadukan gaya Bali, Jawa, dan modern. Seperti pura pada umumnya, area ini terbagi menjadi tiga bagian (Tri Mandala): Nistha Mandala, Madya Mandala, dan Uttama Mandala. Padmasana, zona tersuci, terdapat di Uttama Mandala dengan Kori Agung sebagai gerbangnya. Piodalan dilaksanakan setiap Purnama Kadasa; piodalan ke-49 jatuh pada 12 April 2025. Setiap Minggu berlangsung kegiatan pasraman di gedung yang ada di dalam area pura.

Walaupun berada di lingkungan TNI AU, pura ini tidak eksklusif bagi prajurit saja dan dikunjungi umat dari berbagai kalangan. Bagi pengunjung dari luar umat Hindu, hormati area suci: berpakaian sopan, tidak memasuki bagian utama tanpa izin, dan mengikuti arahan pengurus. Karena lokasinya dalam kompleks lanud, sebaiknya ikuti ketentuan setempat saat masuk.