Taman Doa dan Kolumbarium Karmel Parantijati berada di Jalan Raya Pandanlandung, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kompleks ini dikelola komunitas Karmel dan memadukan dua fungsi: kolumbarium, yaitu tempat penyimpanan abu jenazah, dan taman doa bagi umat Katolik. Nama Parantijati berasal dari bahasa Jawa kuno; paranti berarti peristirahatan dan jati berarti sejati, sehingga bermakna tempat peristirahatan yang sebenarnya.

Menurut laporan Klikwarta, kolumbarium diberkati oleh Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., dan diresmikan oleh Provinsial Ordo Karmelit Indonesia pada 2 November 2021. Wikipedia juga mencantumkannya sebagai salah satu tempat terkenal di Kecamatan Dau.

Yang ada di dalam kompleks

Dari catatan Radar Malang dan Klikwarta, kawasan taman doa memiliki patung Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel di dekat pintu masuk, monumen Jalan Salib dan makam kebangkitan, serta sebuah patung Yesus Kristus berukuran besar dengan tangan terentang di ujung taman. Klikwarta memperkirakan tingginya sekitar 20 meter, namun angka itu berasal dari kesan penulis dan bukan data resmi. Di taman juga terdapat gua kelahiran Yesus dengan patung malaikat di sekelilingnya, seperti tampak pada foto. Sebuah lonceng dibunyikan setiap kali abu jenazah ditempatkan, sebagai tanda penghormatan.

Karena sebagian area adalah tempat penyimpanan abu jenazah, pengunjung diharapkan menjaga ketenangan, berpakaian sopan, dan tidak mengambil gambar di area yang dilarang. Keterangan tentang jam kunjungan dan ketentuan masuk dapat berubah, jadi sebaiknya ditanyakan langsung kepada pengelola.