Makam Mbah Suroyudo berada di Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Menurut keterangan foto di Wikimedia Commons, tokoh ini dikenal sebagai penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan dan diyakini sebagai orang yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo, sehingga makamnya dikunjungi sebagai wisata religi dan sarana belajar sejarah.
Good News from Indonesia menuliskan bahwa Mbah Suroyudo berasal dari Ponorogo dan ditugaskan menyebarkan Islam, lalu menemukan lokasi Ngawonggo pada tahun 1480 dengan petunjuk bintang jatuh yang disebut Lintang Kemukus. Mongabay Indonesia menulis nama tokoh ini sebagai Mbah Surayuda dan mengaitkan cerita rakyat tentang pembangunan situs petirtaan pada 1476. Penulisan nama dan tahun yang berbeda ini menunjukkan bahwa kisah tersebut berasal dari tradisi lisan, bukan catatan sejarah tertulis yang pasti.
Di area makam, nisan tampak dibungkus kain putih di bawah pohon rindang, dengan lantai keramik dan atap pelindung. Suasananya tenang dan cocok untuk ziarah serta berdoa. Makam ini berada satu desa dengan Situs Petirtaan Ngawonggo di Dusun Nanasan, sehingga banyak peziarah dan pelancong sejarah menggabungkan kedua tempat itu.
Sebagai tempat ziarah, pengunjung diharapkan menjaga ketenangan, berpakaian sopan, dan menaati tata tertib setempat. Waktu kunjungan dan kegiatan khusus (misalnya haul) tidak ditemukan dalam sumber terpercaya, jadi tanyakan kepada Pemerintah Desa Ngawonggo atau pengelola kelompok sadar wisata setempat.
